Memasuki bulan suci yang penuh berkah di tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Banjar kembali menggulirkan program tahunan yang sangat dinantikan oleh masyarakat luas. Kegiatan yang bertajuk Safari Ramadhan 1447 H ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antara jajaran birokrasi dengan rakyatnya. Di tengah kekhusyukan ibadah puasa, kehadiran pemimpin di tengah-tengah jamaah masjid dan musala di pelosok desa memberikan kesejukan tersendiri. Program ini bukan sekadar agenda seremonial rutin, melainkan jembatan komunikasi langsung untuk menyerap aspirasi sekaligus memastikan program pembangunan berjalan sesuai harapan warga di tingkat akar rumput.
Dalam rangkaian kunjungan tahun ini, sosok Wakil Bupati Banjar menjadi figur sentral yang terjun langsung ke berbagai titik di wilayah kabupaten. Beliau dijadwalkan menyambangi puluhan desa yang tersebar di berbagai kecamatan, mulai dari wilayah dataran rendah hingga area perbukitan yang cukup terpencil. Fokus utama dari agenda ini adalah untuk melakukan dialog terbuka setelah pelaksanaan salat Tarawih berjamaah. Dalam kesempatan tersebut, bapak wakil bupati biasanya memberikan paparan singkat mengenai capaian pemerintah daerah serta mendengarkan keluh kesah masyarakat terkait fasilitas umum, pertanian, hingga layanan kesehatan yang ada di wilayah mereka masing-masing.
Kegiatan Safari Ramadhan kali ini juga membawa misi sosial yang cukup kental. Di setiap lokasi yang dikunjungi, pemerintah kabupaten melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan instansi terkait memberikan santunan kepada anak yatim serta bantuan modal usaha bagi keluarga prasejahtera. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah dalam meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama saat menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi di bulan puasa. Pemberian bantuan ini dilakukan secara transparan dan tepat sasaran, sehingga kebermanfaatannya benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan bantuan tersebut di tengah kemeriahan bulan suci.
Selain aspek sosial, agenda ini juga menjadi sarana untuk mensosialisasikan berbagai kebijakan strategis daerah tahun 2026. Wakil Bupati Banjar sering kali memanfaatkan momen sapa warga ini untuk mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kondusivitas wilayah, terutama dalam menghadapi dinamika sosial politik yang berkembang. Beliau menekankan pentingnya gotong royong dan ukhuwah islamiyah sebagai modal dasar pembangunan. Komunikasi dua arah yang terbangun dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan ini terbukti lebih efektif dibandingkan dengan sosialisasi formal di kantor-kantor pemerintahan, karena warga merasa lebih dihargai dan didengarkan suaranya.